Get and Ride Logo
Previous
Next

Pendakian Gunung di Bali Ditutup karena Wisatawan Nakal, Berikut Potensi Kerugiannya

pendakian gunung di bali

Daftar Isi

Pendakian Gunung di Bali Ditutup karena Wisatawan Nakal, Berikut Potensi KerugiannyaNews. Gunung-gunung di Bali tidak hanya memiliki keindahan alam yang memukau, tetapi juga menjadi tujuan populer bagi para pendaki. Pendakian gunung telah menjadi salah satu aktivitas wisata yang diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, belakangan ini terdapat pembicaraan mengenai kemungkinan penutupan tersebut.

Alasan Penutupan Pendakian Gunung di Bali karena Wisatawan Nakal

pendakian gunung di bali ditutup

Pada tanggal 6 Juni 2023, pendakian gunung di Bali diumumkan ditutup sementara waktu. Salah satu alasan yang mendasari penutupan ini adalah perilaku nakal beberapa wisatawan nakal.

Pemerintah Bali menutup aktivitas pendakian gunung di Bali untuk menjaga kesucian gunung dari tindakan wisatawan nakal yang beberapa kali terjadi. Gubernur Bali I Wayan Koster mewacanakan akan melarang para pendaki untuk naik ke sejumlah gunung di Bali untuk menjaga kesucian gunung. Alasan yang mendasari kebijakan tersebut adalah kesucian alam Bali. Bagi Koster, daya tarik Bali adalah karena aura alamnya.

Oleh sebab itu, gunung di Bali ditutup untuk menjaga kesucian alam Bali. Karena gunung merupakan kawasan disucikan maka kita melarang pendakian gunung. Dan akan dikeluarkan peraturan daerah untuk mengatur semua. Larangan aktivitas pendakian di semua gunung di Bali menyusul berbagai kejadian akibat ulah wisatawan asing yang dinilai merusak kesucian gunung bagi masyarakat Bali. Para pemandu gunung ingin berdiskusi dengan Koster mengenai rencana larangan pendakian gunung di Bali.

Potensi Kerugian Tutupnya Pendakian Gunung di Bali

gunung di bali tutup

1. Dampak Ekonomi

Pertama-tama, penutupan pendakian gunung di Bali akan memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Aktivitas pendakian gunung menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi sektor pariwisata di Bali. Dengan penutupan tersebut, pendapatan dari wisata pendakian gunung akan hilang, sehingga berdampak pada pendapatan keseluruhan di sektor pariwisata.

Baca Juga:  Keunikan Baju Adat Bali dan Makna Filosofis Dibaliknya

Selain itu, penutupan pendakian gunung juga akan berdampak pada bisnis lokal yang bergantung pada wisatawan pendaki. Banyak toko, warung, penginapan, dan penyedia jasa lainnya akan mengalami penurunan pendapatan akibat berkurangnya jumlah pengunjung. Hal ini berpotensi menyebabkan pengurangan karyawan atau bahkan tutupnya usaha-usaha kecil yang bergantung pada pendakian gunung.

2. Dampak Lingkungan

Penutupan pendakian gunung di Bali juga memiliki dampak lingkungan yang signifikan. Pendakian gunung yang teratur dan terkontrol memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar gunung. Dengan penutupan pendakian, kegiatan manusia yang berdampak positif terhadap lingkungan, seperti penanaman pohon dan program restorasi, juga akan berhenti.

Selain itu, dengan adanya penutupan, ada risiko kerusakan ekosistem akibat perburuan liar, pembalakan ilegal, atau kegiatan yang tidak terkontrol di sekitar gunung. Hal ini dapat menyebabkan kerugian jangka panjang terhadap keanekaragaman hayati dan kelestarian alam di Bali.

3. Dampak Sosial

Tutupnya pendakian gunung juga akan memiliki dampak sosial yang dirasakan oleh masyarakat Bali. Aktivitas pendakian gunung tidak hanya memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga memberikan peluang bagi masyarakat lokal untuk bekerja sebagai pemandu, porter, atau petugas pendakian lainnya. Penutupan pendakian gunung dapat mengakibatkan hilangnya pekerjaan dan penghasilan bagi masyarakat setempat.

Selain itu, pendakian gunung juga berperan dalam mempromosikan budaya dan kearifan lokal. Dengan penutupan pendakian, upaya pelestarian budaya dan nilai-nilai tradisional yang terkait dengan pendakian gunung juga akan terhenti.

Penutupan pendakian gunung di Bali memiliki potensi kerugian yang signifikan. Dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang muncul akibat penutupan tersebut perlu dipertimbangkan secara serius. Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah pengelolaan yang bijaksana untuk menjaga keberlanjutan pendakian gunung di Bali dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pariwisata, lingkungan, dan masyarakat setempat.

Baca Juga:  Warna Liturgi Jumat Agung Bagi Agama Katolik: Lebih dari Sekadar Estetika

Jangan khawatir! Para wisatawan masih dapat menjelajahi tempat wisata lain di Bali dengan mudah menggunakan layanan sewa mobil dari Get&Ride. Dengan menggunakan layanan ini, Anda akan memiliki kebebasan untuk mengunjungi berbagai tempat menarik di Bali sesuai dengan keinginan Anda. Tidak perlu khawatir tentang transportasi umum atau mengatur jadwal dengan pihak lain, karena Anda dapat memiliki kendali penuh atas perjalanan Anda sendiri. Dengan Get&Ride, Anda dapat menikmati liburan yang fleksibel dan tak terlupakan di Bali.

FAQ

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *