Rental Mobil Bali Get&Ride – Sacred Monkey Forest Sanctuary Gianyar Bali (Monkey Forest Ubud) merupakan salah satu destinasi wisata alam dan budaya paling populer di Kabupaten Gianyar, Bali. Kawasan hutan lindung seluas lebih dari 12 hektar ini menjadi rumah bagi ratusan ekor kera ekor panjang (Macaca fascicularis) serta candi-candi suci bersejarah yang dikelilingi pepohonan rimbun.
Bagi Anda yang berencana mengunjungi tempat wisata ikonik ini bersama keluarga atau rombongan, menggunakan kendaraan pribadi adalah pilihan terbaik. Artikel ini menyajikan informasi lengkap mulai dari harga tiket masuk, jam operasional, panduan rute, hingga tips praktis mengunjungi Monkey Forest menggunakan jasa Rental Mobil Bali.
Apa itu Sacred Monkey Forest Sanctuary Gianyar Bali?

Mandala Suci Wenara Wana ialah nama resmi dari Sacred Monkey Forest Sanctuary, yang lebih terkenal dengan sebutan Monkey Forest Ubud. Sacred Monkey Forest Sanctuary Gianyar Bali adalah sebuah kawasan wisata yang terletak di Ubud, Bali.
Wisatawan mungkin penasaran tentang berapa jumlah monyet di Monkey Forest Ubud ini. Kawasan ini terkenal dengan populasi monyet yang tinggal di dalamnya. Saat mengunjungi kawasan ini, para pengunjung akan dapat melihat lebih dari 1103 ekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan sekitar 190 spesies tumbuhan yang berada di dalam kawasan hutan seluas 27 hektar.
Jam Buka & Waktu Terbaik Berkunjung ke Sacred Monkey Forest Sanctuary Gianyar Bali
Sacred Monkey Forest Sanctuary Gianyar beroperasi setiap hari dengan jadwal berikut:
- Jam Operasional: 09.00 – 18.00 WITA
- Batas Akhir Penjualan Tiket: 17.00 WITA
Tips Waktu Terbaik: Datanglah pada pagi hari sekitar pukul 09.00 – 11.00 WITA saat udara masih segar dan suasana belum terlalu ramai pengunjung. Pilihan lainnya adalah sore hari pukul 15.00 – 17.00 WITA untuk menikmati pencahayaan alami yang indah di antara rimbunnya pepohonan hutan.
Sejarah Sacred Monkey Forest Sanctuary Gianyar Bali

Sacred Monkey Forest Sanctuary Gianyar Bali memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Menurut sejarah, kawasan hutan ini telah ada sejak zaman kerajaan. Hutan ini dianggap suci oleh masyarakat setempat dan dijaga dengan baik oleh para penduduk sekitar.
Kapan Monkey Forest dibangun?
Kitab lontar kuno dari pura di kawasan Monkey Forest, yaitu Pura Purana, mencatat bahwa bangunan-bangunan pura di Monkey Forest dibangun pada abad ke-14. Pada masa tersebut, Bali diperintah oleh Dinasti Pejeng yang juga dikenal sebagai permulaan dari Dinasti Gelgel.
Pada tahun 1990, pemerintah setempat mendirikan Taman Wisata Mandala Wisata Wanara Wana. Nama ini kemudian diubah menjadi Sacred Monkey Forest Sanctuary pada tahun 1992. Sejak saat itu, kawasan ini menjadi salah satu tempat wisata yang populer di Bali.
Aktivitas Apa Saja yang Dapat Dilakukan di Sacred Monkey Forest Sanctuary Gianyar Bali
Terdapat banyak aktivitas yang dapat dilakukan di Sacred Monkey Forest Sanctuary. Selain menyaksikan monyet yang bermain dan berinteraksi di dalam kawasan hutan, pengunjung juga dapat melakukan aktivitas lain seperti:
1. Berjalan-jalan di Hutan
Pengunjung dapat berjalan-jalan di dalam kawasan hutan yang indah dan hijau. Terdapat banyak pohon dan tumbuhan yang dapat dilihat di sepanjang jalan.
2. Melihat Candi dan Kuil
Di dalam kawasan Sacred Monkey Forest Sanctuary terdapat beberapa candi dan kuil yang dapat dikunjungi. Salah satunya adalah Candi Pura Dalem Agung Padangtegal, sebuah candi yang dibangun pada abad ke-14.
3. Berfoto dengan Monyet
Pengunjung dapat berfoto dengan monyet yang ada di dalam kawasan hutan. Namun, pengunjung perlu berhati-hati saat berinteraksi dengan monyet dan mengikuti aturan yang berlaku di dalam kawasan hutan.
4. Menyaksikan Pertunjukan Tari
Setiap harinya, di dalam kawasan Sacred Monkey Forest Sanctuary diselenggarakan pertunjukan tari tradisional Bali. Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan ini dan merasakan keindahan budaya Bali.
Estimasi Harga Tiket Masuk Monkey Forest Ubud
Harga tiket masuk ke Sacred Monkey Forest Sanctuary terbagi berdasarkan kategori pengunjung dan hari kunjungan:
| Kategori Pengunjung | Hari Kerja (Weekdays) | Akhir Pekan (Weekends) |
| Wisatawan Domestik (Dewasa) | Rp60.000 / orang | Rp80.000 / orang |
| Wisatawan Domestik (Anak 3-12 th) | Rp40.000 / anak | Rp50.000 / anak |
| Wisatawan Mancanegara (Dewasa) | Rp80.000 / orang | Rp100.000 / orang |
| Wisatawan Mancanegara (Anak 3-12 th) | Rp60.000 / anak | Rp80.000 / anak |
Catatan: Tarif tiket dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pengelola objek wisata.
Tips Berwisata ke Sacred Monkey Forest Sanctuary Gianyar Bali
Untuk menikmati wisata di Sacred Monkey Forest Sanctuary, terdapat beberapa tips yang perlu diperhatikan. Beberapa tips tersebut adalah:
1. Berpakaian yang Tepat
Karena Sacred Monkey Forest Sanctuary merupakan tempat suci, pengunjung perlu berpakaian dengan sopan dan pantas. Hindari mengenakan pakaian yang terlalu ketat atau terlalu pendek.
2. Jangan Membawa Makanan
Membawa makanan ke dalam kawasan Sacred Monkey Forest Sanctuary tidak diperbolehkan. Monyet di dalam kawasan ini sudah terbiasa dengan pengunjung dan seringkali mencari makanan dari pengunjung. Namun, memberi makanan pada monyet tidak dianjurkan karena dapat mengganggu keseimbangan alam di dalam kawasan hutan.
3. Mengikuti Aturan yang Berlaku
Pengunjung perlu mengikuti aturan yang berlaku di dalam kawasan Sacred Monkey Forest Sanctuary. Beberapa aturan yang perlu diperhatikan adalah tidak merusak tumbuhan atau bangunan, tidak mengganggu monyet, dan tidak merokok di dalam kawasan hutan.
4. Menjaga Barang Bawaan
Pengunjung perlu menjaga barang bawaan seperti tas atau kamera dengan baik. Monyet di dalam kawasan ini seringkali mencari makanan atau benda-benda yang menarik perhatian pengunjung.
5. Menghargai Keindahan Alam dan Budaya
Sebagai pengunjung, kita perlu menghargai keindahan alam dan budaya di dalam Sacred Monkey Forest Sanctuary. Jangan merusak lingkungan atau melakukan tindakan yang dapat merugikan keberadaan monyet atau tempat suci di dalam kawasan hutan.
Sacred Monkey Forest Sanctuary merupakan salah satu tempat wisata yang menarik di Bali. Selain menjadi rumah bagi ratusan monyet dan kera yang merupakan fauna khas Bali, kawasan hutan ini juga memiliki sejarah dan budaya yang kaya. Dengan mengikuti aturan yang berlaku dan menghargai keindahan alam dan budaya, kita dapat menikmati pengalaman wisata yang tak terlupakan di Sacred Monkey Forest Sanctuary.
Solusi Perjalanan Nyaman ke Ubud Bersama Get&Ride Car Rental Bali
Jalanan menuju kawasan Ubud dan Gianyar memiliki karakteristik berliku dan sering mengalami kepadatan pada jam-jam tertentu. Agar perjalanan liburan Anda menuju Monkey Forest tetap santai, dingin, dan bebas lelah, Get&Ride Car Rental Bali siap menyediakan armada kendaraan terbaik.
Percayakan kenyamanan transportasi Anda kepada Get&Ride Car Rental Bali. Unduh aplikasi Get&Ride sekarang, pilih armada kesayangan Anda, dan nikmati petualangan seru keliling Bali tanpa ribet!
FAQ
Apakah monyet di Sacred Monkey Forest Sanctuary berbahaya?
Tidak, monyet di dalam kawasan ini sudah terbiasa dengan pengunjung dan tidak berbahaya. Namun, pengunjung perlu berhati-hati saat berinteraksi dengan monyet dan mengikuti aturan yang berlaku di dalam kawasan hutan.
Apa saja candi dan kuil yang terdapat di dalam kawasan Sacred Monkey Forest Sanctuary?
Di dalam kawasan Sacred Monkey Forest Sanctuary terdapat beberapa candi dan kuil yang dapat dikunjungi, salah satunya adalah Candi Pura Dalem Agung Padangtegal.
Apakah diperbolehkan membawa makanan ke dalam kawasan hutan?
Tidak, membawa makanan ke dalam kawasan Sacred Monkey Forest Sanctuary tidak diperbolehkan karena dapat mengganggu keseimbangan alam di dalam kawasan hutan.
Apakah Sacred Monkey Forest Sanctuary Gianyar Bali hanya menyajikan monyet sebagai atraksi wisata?
Tidak, selain monyet, kawasan ini juga menyajikan keindahan alam dan budaya Bali yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.
Apa saja aturan yang perlu diperhatikan saat berkunjung ke Sacred Monkey Forest Sanctuary?
Pengunjung perlu mengikuti aturan yang berlaku di dalam kawasan Sacred Monkey Forest Sanctuary seperti tidak merusak tumbuhan atau bangunan, tidak mengganggu monyet, dan tidak merokok di dalam kawasan hutan.





