Get and Ride Logo
Previous
Next

50 Makanan Khas Indonesia dan Asalnya yang Harus Kamu Ketahui

50 makanan khas Indonesia dan asalnya

Daftar Isi

50 Makanan Khas Indonesia dan Asalnya yang Harus Kamu KetahuiTravel. Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan keberagaman budaya, juga menawarkan kelezatan kuliner yang tak tertandingi. Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki makanan khas yang menggugah selera. Di artikel ini, kita akan menjelajahi 50 makanan khas Indonesia dan asalnya yang beraneka ragam dan menggugah selera, lengkap dengan asalnya, sehingga memungkinkan kita untuk mengenal lebih jauh kekayaan kuliner Nusantara. Siap untuk merayakan kelezatan makanan Indonesia? Mari kita mulai perjalanan kuliner kita!

50 Makanan Khas Indonesia dan Asalnya

berikut 50 makanan khas Indonesia dan asalnya
Source: iStockphoto/Ika Rahma

Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam dan lezat. Setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khasnya masing-masing yang terkenal di seluruh dunia. Berikut adalah 50 makanan khas Indonesia dan asalnya:

1. Rendang (Sumatera Barat)

50 makanan khas Indonesia dan asalnya yang pertama yaitu Rendang. Rendang adalah salah satu makanan khas Indonesia yang sangat terkenal hingga ke mancanegara. Makanan ini berasal dari Sumatera Barat dan terbuat dari daging sapi yang dimasak dalam santan dan rempah-rempah, seperti serai, lengkuas, cabai, dan daun jeruk. Proses memasak rendang yang lama membuat daging menjadi lembut dan rempah-rempah meresap dengan sempurna. Hasilnya adalah potongan daging yang lezat dengan cita rasa gurih, pedas, dan kaya rempah. Rendang biasanya disajikan dalam acara-acara istimewa seperti pernikahan atau hari raya karena citarasa dan kelezatannya yang memukau.

2. Sate (Jawa)

Sate adalah salah satu 50 makanan khas Indonesia dan asalnya yang kedua, makanan ini yang tak hanya populer di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Terdiri dari potongan daging, ayam, atau kambing yang ditusuk dalam tusukan bambu atau sate. Potongan daging kemudian dibakar di atas bara arang dan disajikan dengan saus kacang yang khas. Sate memiliki beragam varian, seperti Sate Madura, Sate Padang, dan Sate Maranggi, yang masing-masing memiliki ciri khas dan cita rasa tersendiri.

3. Nasi Goreng (Jawa)

Nasi Goreng tidak boleh terlupakan dari list 50 makanan khas Indonesia dan asalnya. Makanan ini sudah tidak asing bagi setiap orang Indonesia. Nasi yang digoreng dengan berbagai bumbu, seperti bawang merah, bawang putih, dan saus kecap, membuat hidangan ini menjadi sajian yang lezat dan mengenyangkan.

4. Gado-Gado (Jawa)

Gado-Gado adalah hidangan salad khas Indonesia yang sangat menyegarkan. Terdiri dari campuran beragam sayuran segar, seperti kubis, kangkung, tauge, dan mentimun, yang disajikan dengan bumbu kacang yang khas. Bumbu kacang ini merupakan perpaduan antara kacang tanah yang digiling halus dengan tambahan gula, garam, dan air asam. Gado-Gado biasanya dihidangkan dengan telur rebus dan kerupuk sebagai pelengkap.

5. Pempek (Palembang)

Pempek adalah makanan khas dari Palembang yang terbuat dari ikan tenggiri yang diolah dengan tepung sagu dan berbagai bumbu rempah. Bentuknya yang unik dan teksturnya yang kenyal membuat pempek menjadi favorit banyak orang. Makanan ini disajikan dengan cuko, saus gula merah yang pedas dan asam. Pempek tersedia dalam berbagai varian, seperti pempek kapal selam, pempek lenjer, dan pempek kulit.

6. Soto (Jawa)

Soto adalah hidangan sup khas Indonesia yang memiliki rasa yang begitu lezat dan hangat. Terdiri dari kaldu yang gurih dengan potongan daging ayam atau sapi, serta ditambahkan dengan mie, telur rebus, dan tauge. Soto biasanya disajikan dengan taburan seledri, daun bawang, dan bawang goreng untuk memberikan cita rasa yang semakin nikmat. Setiap daerah di Indonesia memiliki varian soto yang berbeda, seperti Soto Betawi, Soto Lamongan, dan Soto Banjar.

7. Ayam Betutu (Bali)

Ayam Betutu berasal dari daerah Bali yang menggabungkan daging ayam dengan rempah-rempah yang dihaluskan, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, jahe, kunyit, dan kemiri. Daging ayam yang telah dibumbui kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang dalam oven tradisional.

8. Rawon (Jawa Timur)

Rawon adalah hidangan sup daging khas Jawa Timur yang memiliki warna hitam pekat, yang dihasilkan dari bumbu kluwek yang digunakan dalam masakan ini. Daging sapi dimasak dengan bumbu rempah seperti serai, lengkuas, daun salam, dan kluwek hingga menghasilkan kuah yang kaya dan gurih. Hidangan ini biasanya disajikan dengan nasi, tauge, telur asin, dan kerupuk sebagai pelengkap.

9. Bakso (Jawa)

bakso

Bakso adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari daging yang digiling dan dicampur dengan tepung tapioka. Bakso dapat disajikan dengan berbagai macam kuah, seperti kuah kaldu sapi, kuah kaldu ayam, dan kuah tomat.

Baca Juga:  Yuk, Kenali Jenis Tarian Bali Apa Saja Sih?

10. Nasi Kucing (Jawa)

Nasi kucing adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari nasi yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan dengan lauk-pauk sederhana, seperti tempe, tahu, dan telur. Nasi kucing merupakan makanan yang sangat populer di Jakarta dan dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia.

11. Bika Ambon (Medan)

Bika Ambon adalah makanan khas Medan yang sangat terkenal. Terbuat dari adonan berbahan dasar tepung terigu, gula, dan air, bika ambon mempunyai tekstur yang kenyal dan lembut. Makanan ini biasanya memiliki rasa manis yang khas dan aroma pandan yang menggoda.

12. Nasi Uduk (Betawi)

Nasi Uduk adalah hidangan nasi yang populer di Jakarta dan sekitarnya. Nasi yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah, seperti daun salam dan serai, memberikan aroma yang khas dan cita rasa yang lezat. Nasi Uduk biasanya disajikan dengan beragam lauk, seperti ayam goreng, telur pindang, tempe goreng, dan kerupuk.

13. Pepes (Jawa)

Pepes adalah hidangan tradisional yang berasal dari Jawa. Berbagai bahan, seperti ikan, ayam, tahu, atau tempe, dibumbui dengan rempah-rempah, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dikukus hingga matang.

14. Mie Aceh (Aceh)

Mie Aceh adalah hidangan mie yang berasal dari Aceh. Mie kuning digoreng dengan berbagai rempah-rempah, seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan kemiri, hingga menghasilkan mie yang kaya rempah dan berwarna merah kecoklatan. Mie Aceh biasanya disajikan dengan kuah gurih yang pedas dan beragam topping, seperti irisan daging sapi, udang, dan sayuran.

15. Nasi Padang (Sumatera Barat)

Nasi Padang adalah makanan khas Indonesia yang terbuat dari nasi yang dibungkus dengan daun pisang dan dimakan dengan berbagai macam lauk-pauk khas Padang, seperti rendang, gulai, dan ayam pop. Nasi Padang merupakan makanan yang sangat populer di Sumatera Barat dan dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia.

16. Papeda (Papua)

Papeda adalah hidangan tradisional dari Papua yang terbuat dari tepung sagu. Hidangan ini memiliki tekstur yang kenyal dan lembut, hampir mirip dengan bubur. Papeda biasanya disajikan dengan kuah ikan atau daging serta sambal sebagai pelengkap.

17. Mie Ayam (Jawa)

Mie Ayam adalah hidangan mie yang dihidangkan dengan potongan daging ayam dan kuah kaldu yang gurih. Mie ayam biasanya ditambahkan dengan sayuran segar, seperti sawi dan tauge, serta taburan bawang goreng dan seledri untuk memberikan cita rasa yang lebih istimewa.

18. Rujak (Jawa)

Rujak berasal dari Jawa. Rujak adalah makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari buah-buahan yang dicampur dengan saus kacang. Rujak biasanya dimakan sebagai makanan ringan atau makanan penutup. Rujak yang paling terkenal di Indonesia adalah rujak buah, rujak cingur, dan rujak petis.

19. Sayur Asem (Jawa Barat)

Sayur Asem adalah hidangan sayur khas Indonesia yang terkenal karena rasanya yang asam pedas. Terdiri dari beragam sayuran, seperti kacang panjang, labu siam, jagung muda, dan terong, yang dimasak dengan tamarindus dan diberi tambahan gula jawa untuk memberikan sensasi rasa yang seimbang.

20. Pecel Lele (Jawa Timur)

Pecel lele berasal dari daerah Jawa Timur. Lele yang digoreng hingga renyah kemudian disajikan dengan sambal kacang yang pedas dan gurih. Hidangan ini biasanya disajikan dengan nasi dan lalapan sebagai pelengkap.

21. Coto Makassar (Sulawesi Selatan)

Coto Makassar adalah hidangan sup khas Sulawesi Selatan yang memiliki cita rasa gurih dan kaya rempah. Daging sapi dimasak hingga empuk dan disajikan dengan kuah kental yang mengandung kacang tanah dan rempah-rempah.

22. Ayam Taliwang (Lombok)

Ayam Taliwang adalah hidangan ayam panggang khas Lombok yang memiliki rasa pedas khas. Ayam yang telah dibumbui dengan campuran cabai, bawang merah, bawang putih, kemiri, dan terasi kemudian dipanggang hingga matang dan berwarna kecoklatan.

23. Otak – otak (Palembang)

Otak-otak juga bisa dimakan dengan nasi putih atau lontong. Otak-otak adalah makanan yang enak dan bergizi. Otak-otak mengandung protein yang tinggi, yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

24. Nasi Liwet (Jawa Barat)

Nasi Liwet adalah hidangan nasi yang khas dari Jawa Barat, khususnya daerah Sunda. Nasi yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah, seperti daun salam dan serai, memberikan cita rasa yang lezat dan gurih.

Baca Juga:  Apa Itu Bali Aga? Mengenal Suku Asli Bali yang Mendiami Wilayah Pegunungan

25. Pallu Basa (Sulawesi Selatan)

Pallu Basa adalah hidangan sup ikan khas Sulawesi Selatan yang memiliki cita rasa yang gurih dan lezat. Terdiri dari potongan ikan tuna yang dimasak dengan campuran rempah-rempah, seperti serai, kunyit, lengkuas, dan daun jeruk, Pallu Basa memiliki kuah yang kental dan beraroma harum.

26. Cakalang Fufu (Sulawesi Utara)

Cakalang Fufu adalah hidangan khas dari Sulawesi Utara yang terbuat dari ikan cakalang yang dikeringkan dan kemudian direbus. Hidangan ini disajikan dengan kuah santan dan bumbu rempah yang kaya rasa.

27. Bubur Manado (Sulawesi Utara)

Bubur Manado adalah hidangan bubur khas Sulawesi Utara yang memiliki tekstur yang kenyal dan rasa yang gurih. Terdiri dari beras ketan dan jagung yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah, Bubur Manado biasanya disajikan dengan beragam pelengkap, seperti ikan, kacang panjang, dan daun bawang.

28. Sate Lilit (Bali)

Sate lilit berasal dari Bali biasanya terbuat dari daging ayam, sapi, atau babi. Daging yang digunakan untuk sate lilit biasanya dihaluskan, kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, garam, dan merica. Daging yang sudah dicampur dengan bumbu kemudian dililit pada tusuk sate yang terbuat dari bambu. Sate lilit kemudian dibakar di atas bara api sampai matang.

29. Brenebon (Sulawesi Utara)

Makanan ini biasanya dimakan dengan nasi putih atau lontong. Brenebon terbuat dari kacang merah, daging sapi, kentang, wortel, dan bumbu-bumbu. Kacang merah yang dimasak sampai empuk kemudian dicampur dengan daging sapi, kentang, wortel, dan bumbu-bumbu. Brenebon biasanya dimasak selama beberapa jam agar kacang merah benar-benar empuk dan bumbu meresap.

30. Lawar (Bali)

Lawar adalah hidangan khas Bali yang terbuat dari campuran daging atau sayuran yang dibumbui dengan cabai, bawang merah, bawang putih, kemiri, dan terasi. Lawar biasanya disajikan dengan nasi dan sambal sebagai pelengkap.

31. Cwie Mie (Malang)

Cwie Mie Malang adalah hidangan mie khas dari Malang yang memiliki cita rasa yang lezat dan gurih. Mie kuning digoreng dengan berbagai rempah-rempah, seperti kecap, bawang putih, dan cabai, hingga menghasilkan mie yang kaya rempah dan beraroma harum.

32. Nasi Kuning (Jawa)

Nasi Kuning adalah hidangan nasi yang khas dari Indonesia yang memiliki cita rasa dan aroma yang khas. Nasi yang dimasak dengan santan, kunyit, dan rempah-rempah, seperti serai dan daun pandan, memberikan warna kuning yang indah. Nasi Kuning biasanya disajikan dalam acara-acara istimewa atau perayaan sebagai simbol kebahagiaan dan kesyukuran.

33. Binte Biluhuta (Maluku)

Binte Biluhuta adalah hidangan khas Maluku yang terbuat dari campuran jagung dan kelapa parut. Hidangan ini memiliki tekstur yang kenyal dan cita rasa yang manis. Binte Biluhuta biasanya disajikan sebagai hidangan penutup atau camilan yang lezat.

34. Pallubasa (Makassar)

Pallubasa adalah hidangan berkuah pedas dari Makassar yang terbuat dari daging sapi atau kerbau yang dimasak dengan campuran rempah-rempah, seperti cabai, bawang merah, bawang putih, jahe, dan lengkuas. Pallubasa memiliki kuah yang kental dan beraroma harum. Hidangan ini biasanya disajikan dengan ketupat sebagai pelengkap.

35. Gudeg (Yogyakarta)

Gudeg adalah hidangan khas Yogyakarta yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan gula merah dan santan. Gudeg memiliki cita rasa yang manis dan gurih dengan tekstur yang lembut.

36. Bubur Sumsum (Jawa)

Bubur Sumsum adalah hidangan bubur manis khas Indonesia yang terbuat dari campuran beras, santan, dan gula merah.

37. Cilok (Bandung)

Cilok adalah camilan gurih yang berasal dari Bandung. Terbuat dari campuran tepung kanji, tepung terigu, dan air, cilok kemudian dibentuk menjadi bola-bola kecil dan dimasak dalam air mendidih hingga matang.

38. Lontong Cap Go Meh (Singkawang)

Lontong Cap Go Meh adalah hidangan khas dari Singkawang yang disajikan dalam acara perayaan Imlek. Terdiri dari lontong yang dimasak dengan beragam sayuran, seperti kacang panjang, tauge, dan kubis, serta disajikan dengan kuah santan dan sambal sebagai pelengkap.

39. Konro (Makassar)

Konro adalah hidangan daging sapi panggang khas Makassar yang memiliki cita rasa yang gurih dan lezat. Daging sapi dimasak dengan campuran rempah-rempah, seperti serai, lengkuas, dan daun jeruk, hingga menghasilkan daging yang empuk dan beraroma harum.

Baca Juga:  Sejarah Singkat Pura Besakih Sang Mother of Temple

40. Empal Gentong (Cirebon)

Empal Gentong adalah hidangan gurih yang berasal dari Cirebon. Terdiri dari potongan daging sapi yang dimasak dengan campuran rempah-rempah, seperti serai, kunyit, dan lengkuas, hingga menghasilkan kuah yang kaya rasa.

41. Lapa Lapa (Sulawesi Tenggara)

Lapa-lapa adalah makanan khas Sulawesi Tenggara yang terbuat dari beras yang dimasak dengan santan dan dibungkus dengan daun pisang. Lapa-lapa biasanya dimakan dengan lauk pauk, seperti ikan bakar, ayam goreng, atau sambal. Lapa-lapa juga bisa dimakan dengan sayuran, seperti urap atau lalapan.

42. Gulai (Sumatera Barat)

Gulai memiliki rasa yang khas, yaitu gurih, pedas, dan manis. Rasa gurih berasal dari santan, sedangkan rasa pedas berasal dari cabai. Rasa manis berasal dari gula merah atau gula pasir. Gulai biasanya dimasak dengan api kecil agar bumbu meresap dan kuahnya menjadi kental.

43. Lontong Balap (Surabaya)

Lontong balap terbuat dari lontong yang dipotong-potong kecil, kemudian dicampur dengan kuah soto, lentho, dan sambal petis. Lentho adalah makanan yang terbuat dari kacang tanah yang ditumbuk halus, kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu dan digoreng. Sambal petis adalah sambal yang terbuat dari petis udang, cabai, bawang merah, dan bawang putih.

44. Kerak Telor (Jakarta)

Kerak telor adalah makanan khas Betawi yang terbuat dari telur bebek, ketan, santan, dan bumbu-bumbu. Kerak telor biasanya digoreng dalam wajan yang besar dan panas. Kerak telor memiliki rasa yang gurih dan manis. Kerak telor biasanya dimakan dengan nasi putih atau lontong.

45. Nasi Krawu (Jawa Timur)

Nasi krawu memiliki rasa yang khas, yaitu gurih, pedas, dan manis. Rasa gurih berasal dari daging sapi, sedangkan rasa pedas berasal dari sambal petis. Rasa manis berasal dari serundeng. Nasi krawu biasanya dimakan dengan lalapan, seperti timun, kol, dan daun selada.

46. Tahu Gejrot (Jawa Barat)

Tahu gejrot berasal dari daerah Cirebon, Jawa Barat. Tahu gejrot dulunya hanya dijual oleh pedagang kaki lima di pinggir jalan. Namun, seiring berjalannya waktu, tahu gejrot menjadi semakin populer dan sekarang sudah banyak dijual di restoran dan warung makan di berbagai kota di Indonesia.

47. Nasi Gandul (Jawa Tengah)

Nasi gandul adalah makanan khas Jawa Tengah yang terbuat dari nasi putih yang dimasak dengan santan dan daging sapi. Nasi gandul biasanya disajikan dengan sambal goreng kentang dan telur.

48. Roti Jala (Kalimantan Timur)

Roti jala adalah makanan khas Kalimantan Timur yang terbuat dari tepung terigu, santan, dan telur yang dimasak dengan cara dituang ke dalam wajan yang panas. Roti jala biasanya disajikan dengan kuah kari kambing atau ayam.

49. Kasbi Komplet (Ternate)

Kasbi Komplet adalah makanan khas Maluku Utara yang terbuat dari singkong yang diparut, digoreng, dan dicampur dengan berbagai macam lauk pauk, seperti telur, ikan, dan sambal. Kasbi Komplet biasanya disajikan dengan nasi putih.

50. Seblak (Jawa Barat)

Seblak adalah makanan khas Jawa Barat yang terbuat dari kerupuk yang dimasak dengan berbagai macam bumbu, seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan kencur. Seblak biasanya disajikan dengan telur, ayam, atau seafood.

Dari artikel “50 Makanan Khas Indonesia dan Asalnya” dapat disimpulkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa dengan hidangan-hidangan khas dari berbagai daerah yang lezat dan menggugah selera. Setiap makanan khas Indonesia memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari cita rasa yang pedas, gurih, manis, hingga asam.

Jika ingin tahu lebih banyak lagi jenis makanan khas indonesia, bisa baca juga artikel berikut: 200 Nama Makanan Khas Indonesia dan Daerah Asalnya

Jadi, jika Anda ingin menjelajahi kelezatan kuliner Indonesia, tak perlu repot-repot berkeliling negeri. Cukup mencari restoran atau warung makan Indonesia di dekat Anda, dan Anda akan menemukan kelezatan 50 makanan khas Indonesia dan asalnya yang siap memanjakan lidah Anda.

Untuk menikmati seluruh kelezatan kuliner Bali, berkeliling dengan mobil akan menjadi pilihan yang nyaman dan praktis. Dengan menyewa mobil dari Get&Ride Rental Car Bali, Anda dapat bebas menjelajahi berbagai tempat kuliner tanpa perlu khawatir tentang transportasi. Dengan Get&Ride Rental Car Bali, Anda dapat menjelajahi berbagai tempat kuliner khas Bali, seperti warung makan tradisional, restoran dengan pemandangan pantai, atau kafe yang unik.

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *